Lompat ke isi

KAI Commuter

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini berisi tentang anak perusahaan Kereta Api Indonesia. Untuk layanan kereta api perkotaan berbasis listrik, lihat KRL Commuter Line.
Untuk kegunaan lain, lihat KCI.
PT Kereta Commuter Indonesia
Stasiun Juanda, stasiun yang juga menjadi kantor pusat KAI Commuter
Ikhtisar
Wilayah utama
Wilayah lainnya
Perusahaan indukKereta Api Indonesia (99,78%)
Kantor pusatStasiun Juanda, Jalan Ir.H.Juanda, Jakarta Pusat
Tokoh pentingAsdo Artriviyanto[1]
(Plt. Direktur Utama)
Edy Widyaya[2]
(Komisaris Utama)
Tanggal beroperasiSeptember 15, 2008; 17 tahun lalu (2008-09-15)-sekarang
PendahuluKereta Api Indonesia - Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek
Teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Elektrifikasi1.500 V DC listrik aliran atas (KRL Commuter Line)
Panjang jalur418 km (260 mi)[3]
Kelajuan operasi40-95 km/h (25-59 mph)
Lain-lain
Perusahaan
KAI Commuter
Nama sebelumnya
PT KAI Commuter Jabodetabek (2008 - 2017)
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas
IndustriPerkeretaapian
ProdukKereta api komuter, Kereta api bandara dan kereta api lokal
Merek
Pendapatan Rp 2,399 triliun (2021)[4]
Rp 379,563 miliar (2021)[4]
Rp 285,192 miliar (2021)[4]
Total aset Rp 2,305 triliun (2021)[4]
Total ekuitas Rp 1,298 triliun (2021)[4]
Karyawan
2.580 (2021)[4]
Situs webcommuterline.id

PT Kereta Commuter Indonesia (berbisnis dengan nama KAI Commuter)[5] adalah anak usaha dari Kereta Api Indonesia yang bergerak di bidang pengoperasian kereta api komuter, kereta api bandara dan kereta api lokal. Sepanjang tahun 2023, perusahaan ini berhasil mengangkut sebanyak 331,895 juta penumpang di seluruh wilayah operasionalnya.[6]

Logo yang digunakan sampai September 2020

Pembentukan dan pemisahan dari PT Kereta Api

[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek dari Kereta Api Indonesia yang bertugas untuk mengoperasikan KRL di Jabodetabek, sementara kereta api jarak jauh dan kereta api Lokal di Jabodetabek tetap dioperasikan oleh Daerah Operasi (Daop) I Jakarta. Gagasan untuk memisahkan pengelolaan KRL di wilayah Jabotabek dari PT KA mulai berkembang pada awal 2000-an. Dorongan ini muncul antara lain karena tingginya jumlah penumpang harian, kepadatan pada jam sibuk, keterlambatan perjalanan, hingga persoalan keamanan dan penumpang tanpa tiket. Rencana tersebut mulai dikaji pada tahun 2003 dan diproyeksikan akan terealisasi pada tahun 2005.[7] Pada 2005, Menteri Negara BUMN Soegiharto menyatakan persetujuannya terhadap pemisahan pengelolaan KRL Jabotabek, meskipun bukan dalam bentuk pemisahan penuh (spin-off), melainkan tetap berada di bawah PT Kereta Api dengan status entitas khusus.[8]

Momentum pemisahan muncul setelah Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian disetujui oleh DPR. Dengan disahkannya UU tersebut, hak monopoli PT Kereta Api sebagai operator tunggal perkeretaapian secara otomatis berakhir. Menteri Perhubungan saat itu, Jusman Syafii Djamal mendorong percepatan proses spin-off (pemisahan) divisi ini untuk meningkatkan partisipasi swasta, pelayanan penumpang, dan akuntabilitas.[9]

Pemisahan tersebut terealisasi pada 15 September 2008 dengan diresmikannya PT KAI Commuter Jabodetabek menjadi sebuah perusahaan tersendiri, yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi KAI Commuter.[10] Selanjutnya, peluncuran resmi layanan dilakukan pada 19 Mei 2009 dan dihadiri oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Direktur Utama PT Kereta Api (Persero) Ignasius Jonan, serta Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Kurniadi Atmosasmito, bertempat di Stasiun Tanjung Barat.[11]

Penyederhanaan layanan dan modernisasi tiket

[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Agustus 2010, pemerintah meresmikan pengoperasian kereta khusus wanita yang ditempatkan di kereta pertama dan terakhir pada setiap rangkaian KRL. Kebijakan ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Anak Linda Amalia Sari.[12] Selanjutnya, pada 2011, KAI Commuter melakukan penataan layanan dengan menerapkan sistem operasi tunggal jalur lingkar atau loop line. Dalam sistem ini, layanan yang tadinya berjumlah 37 rute langsung (direct), termasuk layanan KRL ekspres yang hanya berhenti di stasiun-stasiun tertentu, disederhanakan menjadi 6 rute tetap yang berhenti di semua stasiun. Sistem ini diujicoba pada tanggal 1 Desember 2011 dan dioperasikan secara resmi pada 5 Desember 2011.[13]

Perubahan sistem tiket mulai dilakukan pada Februari 2012 melalui penggantian Kartu Trayek Bulanan (KTB) dan Kartu Langganan Sekolah (KLS) menjadi kartu elektronik Commuter Electronic Ticketing (COMMET).[14] Sistem tersebut kemudian dihentikan pada Desember 2012, sehingga pembayaran hanya menggunakan tiket harian untuk satu kali perjalanan.

Reformasi sistem tiket kembali dilakukan pada 1 Juli 2013 dengan penerapan sistem tarif progresif berbasis jarak antarstasiun. Sistem ini disertai dengan penghapusan KRL Ekonomi Non-AC, penerapan sistem tiket elektronik berupa Kartu Multi Trip (KMT) yang dapat diisi ulang dan Kartu Single Trip (KST) yang dapat dibeli untuk satu kali perjalanan dan dimasukkan ke gate pada saat tap-out.[15] Akibat tingginya angka kehilangan Kartu Single Trip yang tidak dikembalikan, yang mencapai sekitar 800.000 keping atau senilai Rp4 miliar pada Juli 2013,[16] KAI Commuter mengganti penggunaan Kartu Single Trip dengan Tiket Harian Berjaminan (THB) sebagai tiket satu kali perjalanan yang disertai jaminan kartu sebesar Rp5.000, efektif mulai 20 Agustus 2013.[17]

Perpanjangan rangkaian dan perluasan sistem pembayaran

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Januari 2014, Kereta Api Indonesia mengalihkan pengelolaan pegawainya yang berhubungan langsung dengan operasional KRL ke perusahaan ini. Pada bulan Maret 2014, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line dengan stamformasi 10 kereta (SF10) di lintas Bogor. Pada bulan Juni 2014, perusahaan ini meluncurkan integrasi kartu uang elektronik terbitan BRI, BNI, dan Mandiri sebagai alat pembayaran tiket Commuter Line. Pada bulan April 2015, perusahaan ini mulai menerapkan tarif progresif per kilometer jarak tempuh. Kereta Api Indonesia juga mengalihkan pengelolaan sebagian Balai Yasa Manggarai yang digunakan untuk perawatan tahunan Commuter Line ke perusahaan ini. Pada bulan September 2015, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line dengan stamformasi 12 kereta (SF12) di lintas Bogor. Pada bulan Desember 2015, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line relasi Tanjung Priok-Jakarta Kota pp. dan mesin tiket Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Sudirman.

Perubahan nama

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Januari 2016, perusahaan ini meluncurkan integrasi antara Commuter Line dengan Transjakarta di Stasiun Tebet, Manggarai, dan Palmerah. Pada bulan Juli 2016, perusahaan ini meluncurkan aplikasi KRL Access. Pada bulan April 2017, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line hingga Stasiun Rangkasbitung, membuka Stasiun Citeras, dan membuka kembali Stasiun Angke. Pada bulan September 2017, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI),[18] seiring dengan rencana perluasan wilayah kerja yang akan dilakukannya.[19] Pada bulan Oktober 2017, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line hingga Stasiun Cikarang. Pada bulan Februari 2018, perusahaan ini mulai mengoperasikan bangunan baru Stasiun Cisauk. Pada bulan November 2018, perusahaan ini mendapat izin dari Bank Indonesia untuk mengelola uang elektronik.

Ekspansi dan integrasi

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Juni 2020, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Juanda, dan Pasar Senen sebagai stasiun integrasi. Pada bulan Oktober 2020, Kereta Api Indonesia mengalihkan pengelolaan kereta api Lokal Merak di Daop I Jakarta dan Kereta api Prambanan Ekspres di Daop VI Yogyakarta ke perusahaan ini.[20][21] Pada tahun 2021, perusahaan ini mulai mengoperasikan Commuter Line relasi Yogyakarta-Solo Balapan pp dan Prambanan Ekspres relasi Yogyakarta-Kutoarjo pp. Pada bulan Maret 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Commuter Line relasi Yogyakarta-Solo Balapan pp.

Pada bulan Desember 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan Alun-Alun Bogor yang terintegrasi dengan pintu timur Stasiun Bogor.[4][22] Pada bulan April 2022, Kereta Api Indonesia mengalihkan pengelolaan kereta api lokal dan kereta api komuter di Daop II Bandung dan VIII Surabaya ke perusahaan ini.[23] Pada bulan Mei 2022, seiring dengan perubahan sistem persinyalan di Stasiun Manggarai, Lin Lingkar pun dinonaktifkan, sementara Lin Cikarang dan Lin Sentral diubah menjadi sistem balon, yakni melalui Cikarang-Tanah Abang-Kampung Bandan-Cikarang dan percabangan ke Stasiun Nambo. Walaupun begitu, lin lainnya, seperti Lin Sentral antara Bogor dan Jakarta Kota di jalur utama, Tangerang, Tanjung Priuk dan Rangkasbitung tidak mengalami perubahan.[24]

Per 1 Januari 2023, KAI Commuter resmi mengakuisisi layanan KRL Bandara Soekarno-Hatta dari KAI Bandara dengan ditekennya dokumen peralihan operator pelayanan dan akta jual beli pada 30 Desember 2022.[25]

Pembelian sarana baru untuk Lin Jabodetabek

[sunting | sunting sumber]

Pada September 2022, KAI Commuter mengajukan izin impor 348 unit KRL bekas dari Jepang untuk menggantikan sarana yang sudah tua dan meningkatkan kapasitas penumpang pada 2023. Setelah tidak melakukan pengadaan pada 2021-2022 akibat pandemi, tetapi izin tersebut ditolak oleh Kementerian Perindustrian RI pada Januari 2023, penolakan tersebut menjadi polemik.

Setelah penolakan tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan KAI Commuter untuk tidak mengimpor KRL bekas dan mengusulkan rekondisi 29 rangkaian yang akan dipensiunkan. Kajian BPKP menilai kapasitas KRL masih mencukupi secara keseluruhan, tetapi terdapat kekurangan saat jam sibuk.[26]

Menanggapi rekomendasi tersebut, akhirnya Pemerintah Pusat memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada KAI untuk membeli KRL baru dari PT Industri Kereta Api (INKA) dan pabrikan luar negeri. Kontrak pembelian tersebut diteken dengan INKA ditandatangani pada Maret 2023,[27] kemudian kontrak pembelian 3 rangkaian KRL baru dari CRRC Qingdao Sifang ditandatangani di Tiongkok pada akhir Januari 2024.[28] Pada Juli 2024, INKA juga mendapatkan PMN guna meningkatkan kapasitas produksi agar dapat meningkatkan kapasitas produksi agar dapat menyelesaikan pesanan tersebut dengan tepat waktu.[29]

KRL seri SFC120-V di Stasiun Jakarta Kota saat masa uji coba.

Pada saat RDP dengan Komisi XI DPR RI, 1 Juli 2024, Direktur utama KAI menyatakan bahwa dilakukan pembelian 8 rangkaian KRL tambahan kepada CRRC Qingdao Sifang, sehingga total pesanan kepada pabrikan Tiongkok tersebut menjadi 11 rangkaian. Penambahan tersebut dilakukan setelah 17 dari 19 rangkaian yang dikirim menuju pabrik INKA Madiun untuk dilakukan rekondisi dibatalkan dengan alasan yang tidak diberitahukan kepada publik[30]

Pada akhir Januari 2025, satu rangkaian 12 kereta KRL seri SFC120-V yang dipesan oleh KAI Commuter dari CRRC Qingdao Sifang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan setelahnya menjalani uji coba di jalur kereta api Lintas Jakarta.[31] Pada Februari 2025, KRL baru yang dipesan dari INKA juga telah mulai terlihat menjalani uji coba di lingkungan internal pabrik,[32] setelah pada Agustus 2024, desain dari KRL produksi INKA tersebut dirilis oleh KAI Commuterline secara resmi.[33] Keseluruhan KRL pesanan KAI Commuter berbahan baja nirkarat pada bagian bodi dengan lebar standar yang ditentukan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Sejak pemberlakuan Gapeka 2023, seluruh layanan kereta api komuter, lokal, dan bandara (hanya untuk tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten) yang dikelola KAI Commuter menggunakan nama Commuter Line.[34]

Kereta api Komuter
Kereta api Lokal
Kereta api Bandara

Kereta api bandara

[sunting | sunting sumber]
Daerah Operasi 1 Jakarta
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta 1

Kereta api komuter

[sunting | sunting sumber]

Wilayah I Jabodetabek

[sunting | sunting sumber]
Jakarta Kota-Cikampek
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Cikarang Kampung Bandan-Cikarang via Pasar Senen (searah jarum jam) 1
Jakarta Kota-Bogor
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Bogor Jakarta Kota-Bogor 1
Jakarta Kota-Nambo 1/2
  • Jayakarta, Mangga Besar, Sawah Besar, Juanda, Gondangdia, Cikini, Manggarai, Tebet, Cawang, Duren Kalibata, Pasar Minggu Baru, Pasar Minggu, Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Pancasila, Universitas Indonesia, Pondok Cina, Depok Baru, Depok, Citayam, Pondok Rajeg, Cibinong
Anyer Kidul-Kampung Bandan
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Rangkasbitung Tanah Abang-Rangkasbitung 1
Duri-Tangerang
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Tangerang Duri-Tangerang 1
Lintas Jakarta - Tanah Abang-Jatinegara
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Cikarang Kampung Bandan-Cikarang via Manggarai (berlawanan arah jarum jam) 1
Lintas Jakarta - Jakarta Kota-Tanjung Priuk
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Commuter Line Tanjung Priuk Jakarta Kota-Tanjung Priuk 1

Wilayah VI Yogyakarta

[sunting | sunting sumber]
Cilacap-Yogyakarta
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
P Commuter Line Prambanan Ekspres Yogyakarta-Kutoarjo 1
Yogyakarta-Solo Balapan
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Y Commuter Line Yogyakarta Yogyakarta-Solo Balapan 1
Solo Balapan-Kedungbanteng
Nama kereta apiRelasiFrekuensiStasiun pemberhentian
Y Commuter Line Yogyakarta Yogyakarta-Palur 1
  • Perjalanan kereta api berlanjut dari/menuju Stasiun Yogyakarta melalui Solo Jebres (lihat dibawah).

Kereta api lokal

[sunting | sunting sumber]
Nama kereta api Relasi perjalanan
Daerah Operasi 1 Jakarta
LM Commuter Line Merak Rangkasbitung Merak
Daerah Operasi 2 Bandung
LJ Commuter Line Jatiluhur Cikarang Cikampek
LW Commuter Line Walahar Purwakarta
B Commuter Line Bandung Raya Purwakarta/Padalarang Cicalengka
C Commuter Line Garut Garut
Cibatu
Daerah Operasi 8 Surabaya
D Commuter Line Dhoho Surabaya Kota Blitar Via Kertosono
Surabaya Kota
P Commuter Line Penataran Surabaya Kota
Blitar Via Malang
SP Commuter Line Supas Pasuruan
A Commuter Line Arjonegoro Sidoarjo Babat
Bojonegoro
B Commuter Line Blorasura Surabaya Pasarturi Cepu
J Commuter Line Jenggala Babat Mojokerto
Sidoarjo

Gerai penjualan cendera mata

[sunting | sunting sumber]

KAI Commuter, kala itu bernama PT KAI Commuter Jabodebek (KCJ), membuka gerai penjualan cendera mata dan suvenir bernama "C-Corner" pada Januari 2017 di Stasiun Juanda. Gerai ini tersedia secara daring di berbagai lokapasar dan juga luring (on site) di Stasiun Juanda dan Stasiun Bogor pada April 2017, terbaru dibuka pula di loket Stasiun BNI City pada tahun 2024.[35]

Meskipun sebelumnya sempat ditutup selama Pandemi COVID-19, berikut merupakan daftar stasiun yang membuka gerai C-Corner per 8 April 2025:

Beragam suvenir yang dijual di C-Corner mulai dari sandal, tas, botol minum, payung, buku, hingga miniatur KRL dan mainan rubik yang bertemakan KRL Commuter Line. Meskipun bukan menjadi sumber pendapatan utama, kehadiran gerai C-Corner ini dapat menjadi sarana promosi sekaligus meningkatkan brand engagement dengan pengguna Commuter Line.

Tiket cendera mata

[sunting | sunting sumber]
Papan reklame iklan KMT cendera mata.

Pada beberapa kesempatan, C-Corner dari KCI pernah menjual berbagai cendera mata yang dapat berfungsi sebagai KMT, seperti Gelang Multi Trip (GMT), Gantungan Kunci Multi Trip, dan Stiker Multi Trip (SMT). Pada ulang tahun ke-7 KAI Commuter, yang kala itu bernama PT KAI Commuter Jabodetabek, diluncurkan Stiker Multi Trip bersamaan dengan peluncuran perdana mesin penjualan tiket yang melayani pengambilan THB dan pengisian ulang KMT untuk tahap awalnya. Stiker Multi Trip berbentuk persegi dan dapat ditempelkan pada barang apapun seperti ponsel dan barang-barang lain yang bisa dibawa saat naik KRL seperti kartu pegawai. Lalu, PT KCI merilis Gelang Multi Trip pertama pada 3 Februari 2015. Gelang kemudian dirilis kembali pada 6 Februari 2016 bersamaan dengan Gantungan Kunci Multi Trip serta Kartu Multi Trip edisi khusus menyambut Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili yang tersedia di Stasiun Jakarta Kota, sebelum kemudian sempat tersedia di 18 stasiun KRL di Jabodetabek.[36][37]

Ketiga jenis tiket cendera mata non-KMT bekerja serupa dengan KMT dengan memanfaatkan teknologi komunikasi medan dekat RFID dengan sistem FeliCa yang disediakan oleh Sony. Tak ayal, pengisian jenis tiket tersebut hanya dapat dilakukan di loket dengan stiker bertanda "Sony FeliCa" di depan loket. Penjualan tiket cendera mata tersebut mulai berangsur terbatas sejak tahun 2019, hingga kemudian tidak dapat digunakan kembali.[38]

Jasa penyelenggaraan Kartu Uang Elektronik

[sunting | sunting sumber]
Artikel utama: Kartu Multi Trip
Desain sisi muka Kartu Multi Trip.

Kartu Multi Trip (KMT) adalah Kartu Uang Elektronik yang diselenggarakan oleh KAI Commuter. Dikenal sebelumnya sebagai Commuter Ticket (Commet), kartu ini diterbitkan untuk mendampingi kartu Tiket Harian Berjaminan (THB) yang kala itu menjadi metode pembayaran utama untuk mengakses layanan KRL Commuter Line. Sehingga awalnya penggunaan kartu ini hanya dapat dipakai untuk naik KRL Commuter dan perparkiran elektronik (e-parking) di lingkungan stasiun saja.[39]

Usai memperoleh izin dari Bank Indonesia pada 14 November 2018 sebagai penerbit Kartu Uang Elektronik, penggunaan KMT pun semakin diperluas ke seluruh layanan transportasi Commuter Line di Jakarta dan Yogyakarta-Palur, serta transportasi umum lain seperti Transjakarta, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Trans Jogja Istimewa, Trans Jateng, dan Trans Jatim. Selain perparkiran, KMT juga dapat digunakan untuk berbagai pembayaran di gerai makanan yang disediakan oleh KAI Services yakni Loko Cafe, Loko Cafe Go!, dan Loko Geprek. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan pengisian ulang melalui gawai telepon pintarnya, di samping melalui loket dan mesin tiket, serta menarik seluruh sisa saldo dengan menyerahkan KMT-nya apabila sudah tidak mengunakan KMT lagi.[40][41][42]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. | "Dewan Direksi". PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  2. | "Dewan Komisaris". PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  3. | "New Cikarang Line Will Start Operating on Sunday". Jakarta Globe. Diakses tanggal 7 October 2017.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  5. | Tri, Rahma (2020-10-01). "PT KAI Limpahkan Pengelolaan Kereta Api Lokal di Yogya dan Jakarta ke KCI". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-02.
  6. | antaranews.com (2024-01-11). "KAI Commuter layani 331 juta penumpang selama 2023". Antara News. Diakses tanggal 2024-10-10.
  7. | "Pengelolaan KA Jabotabek Kemungkinan Dipisah dari KAI". Liputan6. 2023-09-28. Diakses tanggal 2025-09-09.
  8. | "Kereta Jabotabek Akan Dikelola Terpisah". Tempo. 2005-09-07. Diakses tanggal 2025-09-09.
  9. | "Spin Off Divisi Jabodetabek dan Sumsel KAI Februari". Kompas.com. 2008-01-14. Diakses tanggal 2026-01-26.
  10. | "Tentang Kami". KAI Commuter. Diakses tanggal 2026-01-26.
  11. | antaranews.com (2009-05-19). "Layanan KA Commuter Jabodetabek Resmi Beroperasi". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-26.
  12. | "MENHUB RESMIKAN KERETA KHUSUS WANITA Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". kemenhub.go.id. Diakses tanggal 2026-01-26.
  13. | "Jalur Lingkar KRL Berlaku Mulai 1 Desember". Tempo. 2011-11-23. Diakses tanggal 2026-01-26.
  14. | Agency, ANTARA News. "Penumpang KRL di Stasiun Bogor Antusias Dapatkan Commet". ANTARA News Megapolitan. Diakses tanggal 2026-01-26.
  15. | antaranews.com (2013-06-26). "Mulai 1 Juli, hanya Rp2.000 untuk lima stasiun". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-26.
  16. | "Ratusan ribu hilang, KCJ terapkan sistem THB". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2026-01-26.
  17. | Okezone (2013-08-20). "Kartu Single Trip KST KRL Jabodetabek akan diganti dengan Tiket Harian Berjaminan THB : Okezone News". https://news.okezone.com/. Diakses tanggal 2026-01-26.
  18. | State Run Commuter Line Operator PT KCJ Transform Into PT KCI The Jakarta Post, 20 September 2017
  19. | Tugas Lebih Luas, PT KCJ Berubah Nama Menjadi PT KCI
  20. | "KCI Dapatkan Izin Operasi KA Lokal Merak dan Prameks". Berita Satu. 2020-07-10.
  21. | "Oktober, KCI Jalankan KA Prameks Solo-Yogyakarta". Bisnis.com. 2020-09-30.
  22. | "Sekilas Perusahaan". PT Kereta Commuter Indonesia. Diakses tanggal 5 Agustus 2023.
  23. | Abraham, Willy (2022-04-01). "Mulai 1 April 2022, Operator Kereta Api Lokal di Stasiun Indro Kabupaten Gresik Berganti". Harian Surya. Surabaya: KG Media.
  24. | Ema Fitriyani. "Mulai 28 Mei KRL Bogor hanya ke Jakarta Kota, Rute Bekasi ke Tanah Abang". Kumparan. Diakses tanggal 2022-05-21.
  25. | "KAI Commuter Kelola Kereta Bandara Soekarno-Hatta". Commuterline. 1 Januari 2023. Diakses tanggal 10 Oktober 2024.
  26. | "BPKP Tak Anjurkan Impor KRL Bekas dari Jepang". Kompas. 6 April 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2023. Diakses tanggal 16 April 2023.
  27. | https://money.kompas.com/read/2023/03/10/062821926/pt-kai-kci-dan-inka-teken-kontrak-pengadaan-krl-baru?page=all
  28. | Mahardhika, Lorenzo Anugrah (2024-02-08). "KCI Pilih Impor KRL dari China Ketimbang Jepang, Kemenhub Tak Masalah". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-02-20.
  29. | antaranews.com (2024-07-09). "Inka usul PMN 2025 Rp976 miliar untuk kembangkan industri dalam negeri". Antara News. Diakses tanggal 2025-02-20.
  30. | https://money.kompas.com/read/2024/07/01/203800426/indonesia-tambah-impor-8-krl-baru-dari-china-pada-2025-nilainya-rp-2-20?page=all
  31. | Adventy, Artha (2025-01-31). "1 Trainset KRL Impor dari China Tiba di Tanjung Priok Hari Ini". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-02-20.
  32. | Hayat, Wiji Nur. "Wamen BUMN Pamer KRL Made in Madiun, Begini Penampakannya". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-02-20.
  33. | Media, Kompas Cyber (2024-08-16). "KCI Evaluasi Prototipe KRL Baru INKA Sebelum Diproduksi, Intip Bocorannya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-02-20.
  34. | "Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. KP-DJKA/67/2023 tentang Gapeka 2023" (PDF) (Document). hlm. I-1B. Diakses tanggal 2023-06-01. ; ;
  35. | Trishandian, Hessy (2017-05-30). "C-Corner, Tempat Hunting Cenderamata Unik Serba KRL". Okezone News. Diakses tanggal 2025-04-06.
  36. | Nugroho, Lingga Arvian (2016-02-08). Nurdin, Wahid (ed.). "Wow! Gantungan Kunci dan Gelang Keren Ini Ternyata Tiket Commuter Line - Tribunnews.com". TribunNews. Jakarta. Diakses tanggal 2025-04-06.
  37. | Fasubkhanali (2015-09-19). "Ulang Tahun Ke-7, PT. KCJ Hadirkan Vending Machine dan Stiker Multi Trip". KAORI Nusantara. Diakses tanggal 2025-04-06.
  38. | "Kami mohon maaf untuk saat ini penjualan Gelang Multi Trip tidak tersedia di seluruh Stasiun ...". X (d.h. Twitter). 2019-01-11. Diakses tanggal 2025-04-06.
  39. | "KMT (Kartu Multi Trip) dari PT Kereta Commuter Indonesia adalah solusi praktis untuk transaksi tiket elektronik Commuter ..." Instagram. KAI Commuter. 2024-02-21. hlm. 2. Diakses tanggal 2025-05-15.
  40. | Kusuma, Dewi Rachmat (2020-01-25). "Penjualan KMT KRL Capai 751.122 Kartu di 2019, Naik 86 Persen". kumparanBISNIS. Diakses tanggal 2025-05-15.
  41. | Rahayu, Isna Rifka Sri (2024-07-09). Sukmana, Yoga (ed.). "Kartu Multi Trip Sudah Bisa Digunakan untuk Transaksi di Loko Cafe". KOMPAS. Diakses tanggal 2025-05-15.
  42. | "PT KCI Berlakukan Ketentuan Redeem KMT Mulai 1 Juli 2019". KAI Commuter. Diakses tanggal 2025-05-15.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]